Selamat Datang di Blog : ASLAM MAHMUDI -- SMA 1 MOJOTENGAH -- WONOSOBO

Jumat, 13 April 2012

BEKAL UNTUK SISWA-SISWI KU MENGHADAPI UJIAN NASIONAL


BEKAL IKHTIAR

Ikhtiar adalah usaha yang dilakukan oleh seorang siswa dalam menghadapi ujian. Tentu usaha disini adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Kadang cara belajar siswa masih belum efektif, karena sifatnya hanya membaca dan menghafal. Sehingga bila dihadapkan pada suatu soal yang memiliki berbagai macam kriteria tingkat kesulitan, materi yang sudah dibaca dan dihafal menjadi hilang. Oleh karena itu, sangat penting sekali dalam belajar selalu menggunakan strategi yang jitu, yaitu dengan memadukan berbagai macam cara belajar baik membaca, menghafal, merangkum, menghitung, maupun memahami konsep.

Berikut alternatif yang dapat digunakan, agar belajar kita lebih efektif :

1.   Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Memilih waktu belajar yang tepat sangatlah menentukan hasil belajar kita. Bukan lamanya kita melajar, tetapi bagaimana kita memanage waktu belajar dengan baik. Misanlnya pukul 19.30 – 22.00, dan waktu fajar (03.00 – 04.30). Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh.
2.   Belajar dengan Metode dan Strategi yang Benar
Gunakan metode dan strategi yang benar dalam belajar, antara lain :
Membaca
Membaca adalah kunci belajar. Bacalah materi minimal sebelum dan sesudah materi diterangkan oleh guru. Oleh karena itu, ketekunan membaca merupakan modal awal untuk ketercapaian hasil belajar.
Mencatat atau merangkum pokok-pokok materi
Kegiatan menulis, mencatat, dan merangkum sangatlah membantu keberhasilan belajar.
Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal
Ketika belajar dengan metode menghapal pada umumnya sering lupa ketika materi yang dipelajari cukup banyak. Oleh karena itu, cara belajar dengan metode memahami sangatlah besar peranannya. Misalnya dengan membuat peta konsep, grafik, atau bagan-bagan yang selanjutnya dikembangkan melalui penjelasan.
Hapalkan kata-kata kunci atau rumus-rumus. Metode menghapal bukan diterapkan untuk seluruh materi, tetapi ambilah kata-kata kunci atau intisari materi tersebut. Karena beberapa tipe soal ada yang sifatnya hafalan.
Latihan Soal dan Evaluasi.  
Memperbanyak latihan soal sangat membantu keberhasilan belajar kita. Dengan latihan soal kita akan tahu tipe dan jenis soalnya. Kalau kita amati, soal-soal test atau ujian dari tahun ke tahun hampir sama. Oleh sebab itu perlu mencermati tipe, jenis, dan model soal berdasarkan kisi-kisi atau SKL-nya. Usahakan dalam latihan soal tanpa melihat materi atau kunci jawabannya. Sebelum latihan soal pelajari terlebih dahulu materi-materi yang akan diujikan, baru mengerjakan soal dengan JUJUR dan KEMAMPUAN SENDIRI. Setelah persiapan belajar, latihan soal, baru kita evaluasi dan analisis hasil jawabannya. “Apakah jawaban yang kita tuliskan benar-benar sesuai dengan kemampuan kita, atau hanya sekedar perkiraan, tau bahkan tidak tahu sama sekali. Dengan evaluasi dan analisis soal tersebut, sangatlah besar peranannya dalam keberhasilan belajar.
  
BEKAL DOA DAN MUJAHADAH
Gunakan waktu-waktu ijabah bersama kedua orang tua untuk mujahadah dan berdoa.
Waktu-waktu yang ijabah antara lain :
a)     Sepertiga terakhir dari malam hari.
b)     Waktu adzan (dikumandangkan).
c)      Diantara adzan dan iqomah.
d)     Selesai sholat fardhu.
e)     Waktu imam naik mimbar hingga selesai sholat pada hari itu.
f)       Pada jam-jam terakhir setelah sholat Ashar.
Mujahadah adalah kesungguhan dalam melakukan sesuatu dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. Amalan-amalan dalam mujahadah antara lain :
a)      Bacaan istighfar dan shalawat nabi
b)      Bacaan Asmaul Husna (Yaa Fattahu Ya Wahhab)
c)       Bacaan “LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH”
d)      Bacaan Quran (Ayat-ayat pilihan dalam Al-Qur’an)
1)    Bacaan Al-FatIhah 21 kali, setiap sampai lafadz “iyyaka na'budu wa iyyaka nastain”  dibaca 21 kali   (ijazah dari Mbah Nasir  Setieng).
2)    Bacaan 2 ayat terakhir surat Yassiin (ayat 82-83): “INNAMA AMRUHU IDZA 'ARRODA SYAI'AN ANYAQULLA LAHUU KUN FAA YA KUUN” dan “FASUBHANALLADZI BIYADIHI MALAKUUTU KULLI SYAI-'IN WA ILAIHI TURJA'UUN” setiap selesai shalat fardhu. (Ijazah dari Habib Luthfi bin Yahya – Pekalongan”.
3)    Bacaan Surat Alam Nasyroh (ayat 1-8)

Berdoa, yaitu meminta atau memohon kepada Allah dengan sepenuh hati yang khusu’. “ud'ûnî astajib lakum” yang artinya : Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu.

Do’a Memohon pertolongan kemudahan dalam ujian

“Allahummaj'allumi wal imtihanaati minannasihiina”, artinya Ya Allah jadikanlah belajar & ujianku berada dalam keberhasilan

Bismillah, Allaahumma ‘allimnii bimaa yanfa’unii wanfa’nii bimaa ‘allamtanii innaka antal ‘aliimulkhabiiru
“Ya Allah, ajarilah aku akan segala hal yang bermanfaat bagiku dan berilah manfaat semua pengetahuan yang telah aku pelajari. Sungguh Engkau Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana ”
  
اَللَّهُمَّ ارْزُ قْنَا حِفْظَ الْمُرْسَلِيْنَ. وَ اِلْهَامَ لْأَ نْبِيَاءِ٠ وَفَهْمَ لْأَ وْ لِيَاءِ. بِكَرَمِكَ يَا اَكْرَمَ ا لْأَ كْرَمِيْنَ٠ وَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ .
Allaahummarzuqnaa hifzol mursaliin,wa ilhaamal Ambiyaa-i,wa fahmal awliyaa-i, bikaromika yaa Akromal Akromiin Wa birohmatika yaa Arhamarroohimiin.

Artinya : Yaa Allah berikanlah kami Ingatan / hapalan para Rasul, Ilham Para Nabi, Pemahaman Para Wali, dengan Kemuliaan-Mu Wahai Zat yang Maha Mulia dan dengan Rahmat-Mu Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.


رَبِّ زِ دْ نِيْ عِلْمًا وَ رْ زُ قْنِى فَهْمًا. رَبِّ يَسِّرْ وَلاَ تُعَسِّرْ. رَبِّ تَمِّمْ بِالْخَيْرِ

Artinya : Yaa Allah Tambahkanlah ilmuku dan Berikanlah aku pemahaman, Yaa Tuhanku Permudahlah dan Jangan Engkau persulit, dan Tuhanku sempurnakanlah (ilmuku) dengan kebaikan


Allahumma Shollii `alaa sayyidinaa muhammadinil faatih lima ughliqa wal khatimi wannashiril haqqi bil haqqi wal haadi ilaa shiraathikal mustaqiimi wa`alaa aalihi washohbihi haqqa qadrihi wamiqdaarihil `azhimi.
Artinya : "Ya Allah limpahkanlah Rahmat dan keagungan atas tuan kami nabi Muhammad saw. yang menjadi pembuka bagi segala yang terkunci yang menjadi penutup bagi segala yang dahulu, yang memperjuangkan kebenaran dengan kebenaran dan yang menunjukan kepada-Mu yang lurus, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya dengan hak kapasitas dan derajat yang agung"

رَبَّنَا آَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya : Yaa Tuhan Kami, berikanlah rahmat kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah  bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini


"AllohummarzuQnaa Fahman Nabiyyiina Wahiifdzolmursaliina Wailhaamalmalaaikapilmuqorrobiina Bi Rohmatika Yaa Arhamarrohimiina……"

Yang Artinya : "Ya Allah Berilah Kami RizkQ Pemahamannya Para Nabi,Dan   Kemampuannya Menghafal Para Rasul,dan Ide Beriliannya   Para Malaikat Yang Senatiasa Mendekatkan Diri kepada MU   Dengan Rahmatmu Tuhan Yang Maha Pengasih Dan Penyayang"

Allahumma Inni As-Aluka Bismika Bismillahir Rohmanir Rohim.Alladzi La Ilaha Illa Huwa ‘Alimul Ghoibi Wasy Syahadati Huwar Rohmanur Rohim.Wa As-Aluka Bismika Bismillahir Rohmanir Rohim.Alladzi La Ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyum.La Ta’khudzuhu Sinatuw Wala Naum.Wa As-Aluka Bismika Bismillahir Rohmanir Rohim.Alladzi ‘Anat Lahul Wujuhu Wa Khosya’at Lahul Ashwatu Wa Khodho’at Lahur Riqobu Wa Wajilat Minhul Qulubu An Tushol Liya Wa Tusal Lima ‘Ala Sayyidina Muhammadin Wa ‘Ala Alihi Wa Shohbihi Wa An Tamunnu ‘Alayya Bil ‘Ilmin Nafi’i Wal Fahmish Sho-Ibi Wadz Dzaka-I Wa An Taj’ala Li Min Umuri Yusron Wa Farojan Wa Makhrojan Wa Tu’afiyani Minad Daini Wa Tughniyani Minal Faqri Wa Tarzuqoni Rizqon Halalan Mubarokan Fihi.Wa Taqdhiya Li Jami’a Hajati Wa Tughitsani (Ya Ghiyatsal Mustaghitsina Aghitsni 3 X) Birohmatika Ya Arhamar Rohimin”


Bekal Do’a Restu Orang-orang Mulia

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Ada tiga doa yang pasti akan terkabul, tidak diragukan lagi: doa orangtua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang dizhalimi.” (HR. Abu Dawud no. 1536, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu).
Orang tua termasuk Bapak-Ibu Guru sebelum ujian maupun pada saat mau berangkat ujian, dan kekasih-kekasih Allah Swt yaitu para kyai dan ulama.

 

BEKAL TEKNIK SAAT UJIAN

  1. Pastikan bahwa Anda tidak lupa membawa kartu peserta ujian dan perlengkapan ujian, seperti pena, pensil 2B, mistar, penghapus, atau papan alas.
  2. Pastikan bahwa Anda tidak terlambat datang ke ruang ujian, diharapkan jam 07.00 sudah sampai di sekolah.
  3. Pastikan bahwa Anda tidak melanggar tata tertib ujian yang dapat merugikan Anda sendiri.
  4. Pastikan bahwa semua identitas Anda ditulis dengan benar dan lengkap di lembar jawaban.
  5. Kerjakan soal dengan tenang, kerjakan untuk soal-soal yang dianggap mudah terlebih dahulu, kemudian baru Anda berusaha untuk menyelesaikan soal yang sulit atau yang tadi merasa ragu-ragu untuk menjawabnya
  6. Pusatkan pikiran Anda untuk selalu berkonsentrasi menjawab soal-soal, cermati soal, dan pahami soal dengan baik. Kelemahan dalam menjawab soal adalah tidak memahami maksud soalnya.
  7. Awali semua pekerjaan dengan berdoa kepada Allah SWT, sebagaimana doa-doa di atas. Terlebih pada saat mau melingkari LJK, mintalah pertolongan, petunjuk, dan serahkan pada Allah dengan bacaan :


Artinya hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan,  dan Tunjukkanlah Kami jalan yang lurus,

Bacaan “LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH” 

Sebelum waktu ujian berakhir sebaiknya dikoreksi ulang mengenai identitas (nama dan      nomor ujian), soal dan jawaban anda.




Semoga sukses untuk Siswa-Siswi ku SMASA-MOJO
by. Aslam Mahmudi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar